Penguatan Peran Guru Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

Authors

  • Siti Sakinahria Universitas Pamulang Author

Keywords:

Merdeka Belajar, Peran Guru, Kurikulum Merdeka, Implementasi Kurikulum, Inovasi Pembelajaran

Abstract

Hakikat merdeka belajar merupakan kemerdekaan guru dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Paradigma pendidikan modern menyatakan guru seharusnya disegani karena keilmuannya, kompetensinya dan terutama karena kepribadiannya. Sehingga ia layak dinyatakan sebagai seorang guru yakni orang yang layak digugu dan ditiru. Penelitian ini untuk mencoba menjelaskan bagaimana konsep dan makna merdeka belajar dan juga peran guru didalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Terdapat empat pedoman dalam merdeka. Diantaranya, ujian sekolah berstandar nasional yang dilakukan sekolah, evaluasi kemampuan minimal dan evaluasi kepribadian, penyederhanaan RPP, dan sistem zona bagi penerimaan siswa baru. (2) Makna merdeka belajar antara lain kebebasan untuk berpikir, kebebasan untuk berinovasi, kemandirian belajar kreatif, dan kebebasan untuk bergembira. (3) Peran guru dalam merdeka belajar sebagai, fasilitator pembelajaran mandiri, guru inovatif dan kreatif, guru dengan karakteristik guru, dan guru penggerak. Berdasarkan hal ini, maka penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman akan pentingnya merdeka belajar dan peran guru dalam merdeka belajar membuat guru dan siswa lebih mandiri, lebih inovatif dan kreatif dalam berpikir, dan bahagia dalam proses pembelajaran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Daga, Agustinus Tangguh. (2021). Makna Merdeka Belajar dan Penguatan Peran Guru di Sekolah Dasar. Jurnal Educatio. (Volume 7, No. 3, 2021, pp. 1075-1090).

Sibagariang, Dahlia, Hotmaulina Sitohang, Erni Murniarti. (2021). Peran Guru Penggerak Dalam Pendidikan Merdeka Belajar Di Indonesia. Jurnal Dinamika Pendidikan. (Vol.14, No.2, Juli 2021, pp. 88-99)

Yusuf, M., & Arfiansyah, W. (2021). Konsep “Merdeka Belajar” Dalam Pandangan Filsafat Konstruktivisme. Jurnal Studi Kependidikan Dan Keislaman, 7(2), 120–133

Ainia, D. K. (2020). Merdeka Belajar Dalam Pandangan Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya Bagi Pengembangan Pendidikan Karakter. Jurnal Filsafat Indonesia, 3(3), 95–101. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v3i3.24525

Dhani, R. R. (2020). Peran Guru Dalam Pengembangan Kurikulum. Jurnal Serunai Adminstrasi Pendidikan, 9(1), 45–50.

Gumanti, R. W. (2020). Inovasi Pendidikan Dalam Efektivitas Penerapan Kurikulum 2013. Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 1(4), 189–202. https://doi.org/10.36418/syntaximperatif.v1i4.47

Jaya, H. N. (2017). Keterampilan Dasar Guru Untuk Menciptakan Suasana Belajar Yang Menyenangkan. Didaktis: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Pendidikan, 17(1), 23–35.

Kemdikbud. (2019). Merdeka Belajar. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Priyanti, R. (2020). Pembelajaran Inovatif abad 21. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNIMED, 482–505

Purwadhi. (2019). Pembelajaran Inovatif dalam Pembentukan Karakter Siswa. Mimbar Pendidikan: Jurnal Indonesia Untuk Kajian Pendidikan, 4(1), 21–34. https://doi.org/10.17509/mimbardik.v4i1.16968

Saleh, M. (2020). Merdeka Belajar di Tengah Pandemi Covid-19. Prosiding Seminar Nasional Hardiknas, 1, 51–56. http://proceedings.ideaspublishing.co.id/index.php/hardiknas/article/view/8

Wijaya, A., Mustofa, M. S., & Husain, F. (2020). Sosialisasi Program Merdeka Belajar dan Guru Penggerak Bagi Guru SMPN 2 Kabupaten Maros. Jurnal Puruhita, 2(1), 46–50.

Downloads

Published

05-03-2026

How to Cite

Penguatan Peran Guru Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. (2026). LABIQA: Journal of Education and Learning, 1(1), 21-27. https://labiqa.co.id/index.php/ljel/article/view/20