Komparasi Strategi Pelestarian Budaya Tradisional Di Indonesia Dan Filipina Di Era Globalisasi
Keywords:
Komparasi, Strategi Pelestarian Budaya Tradisional, Indonesia dan Filipina, Era GlobalisasiAbstract
Pelestarian budaya tradisional merupakan upaya penting dalam menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi yang semakin pesat. Globalisasi telah membawa berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat, termasuk pergeseran nilai dan preferensi budaya, khususnya pada generasi muda yang cenderung lebih tertarik pada budaya global dibandingkan budaya lokal. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi apresiasi terhadap warisan budaya tradisional yang menjadi bagian penting dari identitas nasional. Selain itu, keterbatasan pemanfaatan teknologi digital dan minimnya wawasan mengenai praktik pelestarian budaya di berbagai negara menjadi tantangan dalam menjaga keberlangsungan budaya tradisional. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif dan kolaboratif untuk meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pelestarian budaya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai strategi pelestarian budaya tradisional melalui pendekatan komparatif antara Indonesia dan Filipina. Kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama antara Universitas Pamulang dan Polytechnic University of the Philippines sebagai bentuk kolaborasi akademik internasional. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan dilakukan koordinasi dengan mitra, penyusunan materi, dan penentuan media kegiatan. Tahap pelaksanaan dilakukan secara daring melalui platform Zoom dengan metode sosialisasi, presentasi materi, diskusi interaktif, studi kasus, dan sharing session mengenai praktik pelestarian budaya di kedua negara. Tahap evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab dan pengisian kuesioner umpan balik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pelestarian budaya tradisional, bertambahnya wawasan lintas budaya, serta terbangunnya jejaring kerja sama internasional yang mendukung pengembangan strategi pelestarian budaya yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan di era globalisasi.
Downloads
References
Bekele, M. K., Pierdicca, R., Frontoni, E., Malinverni, E. S., & Gain, J. (2022). A survey of augmented reality in cultural heritage. Journal on Computing and Cultural Heritage, 15(2), 1–29. https://doi.org/10.1145/3491102
Giaccardi, E. (2012). Heritage and social media: Understanding heritage in a participatory culture. In Y. E. Kalay, T. Kvan, & J. Affleck (Eds.), New Heritage: New Media and Cultural Heritage (pp. 273–285). Routledge. https://www.routledge.com/New-Heritage-New-Media-and-Cultural-Heritage/Kalay-Kvan-Affleck/p/book/9780415773560
Harrison, R. (2013). Heritage: Critical Approaches. Routledge. https://www.routledge.com/Heritage-Critical-Approaches/Harrison/p/book/9780415591973
Isar, Y. R. (2017). Cultural policies and globalization. International Journal of Cultural Policy, 23(2), 123–136. https://www.tandfonline.com/journals/gcul20
Kalay, Y. E., Kvan, T., & Affleck, J. (Eds.). (2008). New Heritage: New Media and Cultural Heritage. Routledge. https://www.routledge.com/New-Heritage-New-Media-and-Cultural-Heritage/Kalay-Kvan-Affleck/p/book/9780415773560
Logan, W., Craith, M. N., & Kockel, U. (Eds.). (2016). A Companion to Heritage Studies. Wiley Blackwell. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/book/10.1002/9781118486634
Suryani, L., Wibowo, A., & Pratama, D. (2022). Challenges of cultural preservation in Indonesia in the globalization era. Heliyon, 8(11), e11772. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e11772
UNESCO. (2022). Culture in Crisis: Policy Guide for a Resilient Creative Sector. UNESCO Publishing. https://unesdoc.unesco.org
Zhang, W., & Kim, S. (2023). Globalization and cultural identity transformation in Asia. International Journal of Cultural Studies, 26(4), 567–582. https://journals.sagepub.com/home/ics


