Menginovasi Pengembangan SDM dalam Membangun Budaya Organisasi Siswa Berbasis Kecerdasan Emosional di SMK Darussalam 2 Pamulang
Keywords:
Pengembangan SDM, Budaya Organisasi, Kecerdasan Emosional, Organisasi Siswa, Pendidikan KarakterAbstract
Budaya organisasi siswa yang positif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kolaborasi di lingkungan sekolah. Namun, masih ditemukan berbagai tantangan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) siswa, khususnya dalam pengelolaan emosi, komunikasi interpersonal, dan kerja sama organisasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menginovasi pengembangan SDM siswa melalui penguatan budaya organisasi berbasis kecerdasan emosional di SMK Darussalam. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif berupa penyuluhan, pelatihan, diskusi interaktif, dan pendampingan yang melibatkan siswa aktif dalam organisasi sekolah sebagai sasaran utama kegiatan. Materi yang diberikan berfokus pada pengembangan kesadaran diri, pengendalian emosi, empati, keterampilan sosial, serta implementasinya dalam budaya organisasi siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya kecerdasan emosional dalam membangun komunikasi yang efektif, meningkatkan kerja sama tim, serta menciptakan budaya organisasi yang lebih adaptif dan harmonis di lingkungan sekolah. Dengan demikian, kegiatan PKM ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kapasitas SDM siswa dan pembentukan budaya organisasi yang lebih produktif di SMK Darussalam.
Downloads
References
Çayak, S., & Eskici, M. (2021). The mediating role of emotional intelligence in the relationship between school principals’ sustainable leadership behaviors and diversity management skills. Frontiers in Psychology, 12, 774388. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.774388
Foster, J. L., Louis, L., & Winston, E. (2022). Creating conditions for social-emotional learning: An ecological framework. Theory Into Practice, 61(2), 224–235. https://doi.org/10.1080/00405841.2022.2036059
Kaspar, K. L., & Massey, S. L. (2022). Implementing social-emotional learning in the elementary classroom. Early Childhood Education Journal, 51(4), 641–650. https://doi.org/10.1007/s10643-022-01324-3
Rosen, J. A., Hudson, K., Rotermund, S., Roberts, C., & Mackey, A.-L. (2022). Social emotional learning in middle school: Developing evidence-based programs. RTI Press. https://doi.org/10.3768/rtipress.2022.op.0075.2207
Shapiro, V. B., Lee, J., & Kim, B.-K. E. (2023). TOOLBOX effects on K–2 student growth in social-emotional competence: Evidence from a quasi-experimental study. Contemporary School Psychology, 27, 198–213. https://doi.org/10.1007/s40688-022-00441-5
Susiyati. (2022). Pembimbingan terstruktur model social emotional learning (SEL) untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam mengelola kelas. Indonesian Journal of Action Research, 1(2). https://doi.org/10.14421/ijar.2022.12-17
Thierry, K. L., Page, A., Currie, C., Posamentier, J., Liu, Y., Choi, J., Randall, H., Rajanbabu, P., Kim, T. E., & Widen, S. C. (2022). How are schools implementing a universal social-emotional learning program? Macro- and school-level factors associated with implementation approach. Frontiers in Education, 7, 1044835. https://doi.org/10.3389/feduc.2022.1044835
Wood, P. (2022). The interpretation and use of social and emotional learning in British primary schools. School Leadership & Management, 42(5), 2201–2217. https://doi.org/10.1080/13603116.2022.2088870
Yulianti, E., & Suryadi. (2023). Penguatan karakter siswa melalui pengembangan kecerdasan emosional di lingkungan sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(1), 55–68.
Zainuddin, M., & Rahmawati, N. (2024). Budaya organisasi sekolah dan pengaruhnya terhadap keterlibatan siswa dalam kegiatan kelembagaan. Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia, 16(1), 45–58.


