Pentingnya Pendidikan Berbasis Kebudayaan Lokal di Lingkungan Sekolah
Keywords:
Pendidikan Berbasis Budaya, Kebudayaan Lokal, Pendidikan Karakter, Lingkungan SekolahAbstract
Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman kebudayaan, tradisi, dan adat istiadat yang menjadi identitas bangsa. Namun, pada kenyataannya, tidak semua generasi muda mengenal dan memahami kekayaan budaya tersebut. Pendidikan berbasis kebudayaan lokal memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai luhur, kearifan lokal, serta membangun karakter peserta didik. Salah satu contoh kebudayaan lokal yang masih dilestarikan hingga saat ini adalah tradisi Rasulan di Desa Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, yang merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang memengaruhi pola pikir masyarakat, tradisi ini tetap dijalankan dengan penuh antusiasme. Oleh karena itu, kebudayaan lokal perlu diintegrasikan dalam lingkungan sekolah melalui pendidikan karakter, kegiatan literasi, dan aktivitas ekstrakurikuler. Pendidikan berbasis kebudayaan lokal diharapkan mampu memperkuat identitas nasional, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta menjadi sarana pemersatu bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Downloads
References
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2016). Panduan Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Kemdikbud.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kemdikbud.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
Sachari, A. (2006). Seni rupa dan desain. Bandung: Erlangga.
Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.
Soedarsono, S. (2010). Karakter mengantar bangsa dari gelap menuju terang. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Suryadi, A. (2014). Pendidikan Indonesia menuju 2025: Perspektif kebijakan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tilaar, H. A. R. (2012). Pendidikan, kebudayaan, dan masyarakat madani Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wiyani, N. A. (2013). Manajemen pendidikan karakter: Konsep dan implementasinya di sekolah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.








